Halaman

Sabtu, 29 Oktober 2011

Tujuan Kebijakan Bisnis

Istilah Kebijakan Bisnis sering dikaitkan dengan istilah Strategi Bisnis. Suatu kebijakan memang menyangkut pemikiran yang bersifat strategis yang membawa dampak secara menyeluruh bagi aktivitas organisasi. Di samping bersifat menyeluruh, interval waktu dari dampak tersebut juga bersifat jangka panjang. Maka berkembanglah kemudian beberapa istilah seperti perencanaan jangka panjang (long range planning) dan perencanaan strategis (strategic planning). Bahkan dalam perkembangan selanjutnya istilah manajemen strategis (strategic management) dipandang lebih bersifat komprehensif, sementara kebijakan bisnis dilihat sebagai salah satu bagian dari manajemen strategi. Oleh karena itu, dalam penulisan buku ini penulis cenderung untuk memakai istilah manajemen strategi dan kebijakan bisnis.
Pentingnya manajemen strategi dan kebijakan bisnis semakin menonjol pada era perdagangan bebas yang segera berlaku di seluruh dunia. Satu era yang telah menumbuhkembangkan hubungan bisnis lintas negara maupun kawasan. Meluasnya hubungan ini membawa dampak bagi semakin ketatnya tingkat persaingan bisnis secara global di penghujung abad 20. Suatu kecenderungan di mana mereka yang tidak mampu berkompetisi secara fair pasti akan terpuruk. Pada tingkat persaingan demikian, para pelaku bisnis akan mencurahkan perhatian pada strategi dan kebijakan bisnis yang telah diambil. Sangatlah perlu untuk meninjau ulang apakah selama ini mereka telah membuat keputusan strategis secara tepat.
Kenyataan di atas merupakan alasan bagi pentingnya mahasiswa administrasi niaga untuk menguasai mata kuliah kebijakan bisnis. Sebab para calon administrator tidak mungkin hanya berorientasi pada pencapaian tujuan bisnis jangka pendek seperti mengejar keuntungan belaka. Keputusan yang bersifat strategis hanya mampu dilakukan oleh pemimpin yang memiliki wawasan jauh ke depan.
Oleh karena itu, sebelum menempuh mata kuliah ini maka Anda harus telah menempuh beberapa mata kuliah prasyarat, seperti: Manajemen Keuangan dan Akuntansi, Manajemen Produksi, Manajemen Sumber Daya Manusia, dan Manajemen Pemasaran.
Di samping itu, amat dianjurkan agar Anda sering melakukan pengamatan atas strategis dan kebijakan bisnis yang telah diambil oleh para pemimpin perusahaan di Indonesia ataupun di mancanegara. Sehingga wawasan tersebut akan memberikan nuansa aplikatif pada saat Anda berlatih membahas berbagai kasus strategi dan kebijakan bisnis.
Berbagai syarat dan anjuran tersebut diberikan mengingat mata kuliah ini meliputi ruang lingkup dan cukup luas. Pada modul pertama akan disajikan tentang konsep manajemen strategi dan kebijakan bisnis. Modul yang kedua berbicara tentang analisis lingkungan internal yang diikuti dengan analisa lingkungan eksternal pada modul ketiga. Berdasarkan analisa lingkungan tersebut bisa diperoleh suatu wawasan jauh ke depan dalam rangka menentukan misi dan tujuan perusahaan yang akan dibahas pada modul keempat. Kemudian strategi perusahaan. Berdasarkan strategi yang telah diambil barulah ditentukan berbagai macam kebijakan di bidang keuangan, bidang produksi dan sumber daya manusia, serta bidang pemasaran yang akan dibahas pada modul keenam, ketujuh dan kedelapan. Sedangkan modul yang kesembilan sebagai modul yang terakhir akan membahas tentang implementasi dan evaluasi strategi dan kebijakan bisnis.
Setelah mengikuti perkuliahan ini diharapkan agar Anda mampu memformulasikan dan mengimplementasikan strategi dan kebijakan bisnis pada berbagai kasus strategi perusahaan.


MODUL 1
KONSEP MANAJEMEN STRATEGI DAN KEBIJAKAN BISNIS
Kegiatan Belajar 1: Pengertian Manajemen Strategi dan Kebijakan Bisnis
Rangkuman

Kebijakan bisnis merupakan studi tentang fungsi dan tanggung jawab pimpinan perusahaan dalam menghadapi problema yang mempengaruhi karakter dan keberhasilan perusahaan secara keseluruhan. Perumusan tujuan pada jenjang strategis memerlukan kecermatan dalam mengantisipasi perkembangan lingkungan perusahaan. Tujuan pada jenjang atas tersebut merupakan landasan dalam menentukan tujuan pada level yang lebih bawah. Oleh karena itu, keterkaitan masing-masing level strategi merupakan mata rantai kerangka berpikir strategis para eksekutif perusahaan memiliki visi yang jelas tentang arah masa depan organisasi. Akhirnya, secara definitif manajemen strategi dan kebijakan bisnis bisa diartikan sebagai aktivitas terpadu dan komprehensif untuk merumuskan, mengimplementasikan dan mengevaluasi strategi bisnis agar masa depan perusahaan senantiasa berkembang sesuai dengan perkembangan lingkungan.
Kegiatan Belajar 2: Hierarki Strategi
Rangkuman

Adanya level atau hierarki strategi bisa menunjukkan tentang tanggung jawab para manajemen terhadap manajemen strategi dan kebijakan perusahaan. Pada perusahaan yang baru berdiri tanggung jawab top manajemen terhadap strategi dan kebijakan bisnis tersebut justru lebih rumit dibandingkan dengan perusahaan yang sudah semakin berkembang. Pada perusahaan skala besar level strategi tersebut meliputi corporate strategy, business strategy dan functional strategy. Antara level strategi yang satu dengan yang lain hendaknya saling terkait dan terintegrasi secara total agar mampu meraih tujuan secara optimal
Kegiatan Belajar 3: Proses Manajemen Strategi dan Kebijakan Bisnis
Rangkuman

Secara umum proses manajemen strategi diawali dengan membuat analisis lingkungan eksternal dan internal perusahaan. Dengan analisis tersebut akan diperoleh suatu visi tentang prospek bisnis yang sedang ditekuni di masa depan. Berdasarkan wawasan tersebut strategi perusahaan bisa dirumuskan antara lain dengan menentukan misi dan tujuan organisasi, pemilihan strategi dan berbagai kebijakan yang diperlukan. Beranjak pada langkah implementasi, strategi dan kebijakan yang dicanangkan kemudian dituangkan dalam bentuk program kegiatan. Berbagai aspek yang berkaitan dengan prosedur pelaksanaan, perumusan anggaran, pembenahan manajemen sistem informasi maupun kepemimpinan juga harus mendapatkan perhatian dalam mengoperasi-nalkan strategi ini. Akhirnya, suatu strategi juga perlu dievaluasi agar apa yang dirumuskan maupun diimplementasikan bisa mencapai sasaran secara optimal.
Kegiatan Belajar 4: Analisis SWOT, Analisis Bersaing, dan Analisis Portofolio
Rangkuman

Beberapa alat analisis diperlukan untuk memudahkan perumusan suatu strategi. Analisis SWOT dapat membantu untuk analisa kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman, yang dalam Kegiatan Belajar 4 ini dilengkapi dengan Diagram Analisis SWOT. Analisis Bersaing menjelaskan daya saing perusahaan antara lain mengenai strategi pesaing, penguasaan pangsa pasar, dan prospek perkembangan pesaing. Pemahaman mengenai Analisis Bersaing membantu menjelaskan keunggulan dan kekurangan daya saing perusahaan. Analisis Portofolio digunakan untuk melakukan pemetaan potensi dalam persaingan pada level strategi unit bisnis. Alat-alat analisis membantu menjelaskan tentang prospek perusahaan, sehingga membantu para manajer dalam mengambil keputusan.
Daftar Pustaka
  • Andrew, K. R. (1980). The Concept of Corporate Strategy. New York: Richard D. Irwin Inc.
  • Ansoff, H. I. (1965). Corporate Strategy: An Analytic approach to Business Policy For Growth and Expansion. New York: McGraw-Hill.
  • Boseman, G. dan A. Phatak. (1989). Strategic Management, Text and Cases. Second Edition. New York: John Wiley & Sons.
  • Chandler, A.D. (1962). Strategic and Structure; Chapters in the History of the Industrial Enterprise. Massachusets: MIT Press.
  • Christensen, C. R., K. R. Andrews, dan J. L. Bower. (1973). Business Policy, Text and Cases, Third Edition. Homewood, Illionis: Richard D. Iriwn Inc.
  • Glueck, W. F. (1980). Business Policy and Strategic Management. Tokyo: Mc. Graw-Hill Kogakusha, Ltd.
  • Hofer, C. W. (1977). Conceptual for Formulating Corporate and Business Strategies, Boston: Harvard Case Services.
  • Mintzberg, H. dan J. B. Quinn. (1991). The Strategy Process, Concepts, Contexts, Cases. Second Edition. New York: Prentice-Hall Inc, Englewood Cliffs.
  • Pearce, J. A dan R. B. Robinson. (1977). Manajemen Strategik, Formulasi, Implementasi dan Pengendalian, terjemahan Agus Maulana. Binarupa Aksara.
  • Supriyono, R. A. (1986). Manajemen Strategi dan Kebijakan Bisnis. Yogyakarta: BPFE.
  • Thompson, A. A. dan A. J. Strickland. (1987). Strategic Management, Concept and Cases, Fourth Edition. Homewood Illinois: Business Publication Inc.
  • Uyterhoeven, H.E.R. R. W. Ackerman dan J.W. Rosenblum. (1973). Strategy and Organization. Homewood, Illionis. Richard D. Irwin Inc.
  • Wheelen, T. L. dan J. D. Hunger. (1986). Strategic Management and Business Policy. Second Edition. Massachusetts: Addison-Westley Publishing Company.

Jumat, 14 Oktober 2011

Pengertian Bisnis

Bisnis adalah Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan laba. Secara historis kata bisnis dari bahasa Inggris business, dari kata dasar busy yang berarti "sibuk" dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian, sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan.

Dalam ekonomi kapitalis, dimana kebanyakan bisnis dimiliki oleh pihak swasta, bisnis dibentuk untuk mendapatkan profit dan meningkatkan kemakmuran para pemiliknya. Pemilik dan operator dari sebuah bisnis mendapatkan imbalan sesuai dengan waktu, usaha, atau kapital yang mereka berikan. Namun tidak semua bisnis mengejar keuntungan seperti ini, misalnya bisnis koperatif yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan semua anggotanya atau institusi pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Model bisnis seperti ini kontras dengan sistem sosialistik, dimana bisnis besar kebanyakan dimiliki oleh pemerintah, masyarakat umum, atau serikat pekerja.

Secara etimologi, bisnis berarti keadaan dimana seseorang atau sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan. Kata "bisnis" sendiri memiliki tiga penggunaan, tergantung skupnya — penggunaan singular kata bisnis dapat merujuk pada badan usaha, yaitu kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. Penggunaan yang lebih luas dapat merujuk pada sektor pasar tertentu, misalnya "bisnis pertelevisian." Penggunaan yang paling luas merujuk pada seluruh aktivitas yang dilakukan oleh komunitas penyedia barang dan jasa. Meskipun demikian, definisi "bisnis" yang tepat masih menjadi bahan perdebatan hingga saat ini.

Macam-Macam  Bisnis:

Monopsoni
Monopsoni, adalah keadaan dimana satu pelaku usaha menguasai penerimaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas barang dan/atau jasa dalam suatu pasar komoditas.Kondisi Monopsoni sering terjadi didaerah-daerah Perkebunan dan industri hewan potong (ayam), sehingga posisi tawar menawar dalam harga bagi petani adalah nonsen. Perlu diteliti lebih jauh dampak fenomena ini, apakah ada faktor-faktor lain yang menyebabkan Monopsoni sehingga tingkat kesejahteraan petani berpengaruh.
Salah satu contoh monopsoni juga adalah penjualan perangkat kereta api di Indonesia. Perusahaan Kereta Api di Indonesia hanya ada satu yakni KAI, oleh karena itu, semua hasil produksi hanya akan dibeli oleh KAI.

Oligopoli

Pasar oligopoli adalah adalah pasar di mana penawaran satu jenis barang dikuasai oleh beberapa perusahaan. Umumnya jumlah perusahaan lebih dari dua tetapi kurang dari sepuluh.
Dalam pasar oligopoli, setiap perusahaan memposisikan dirinya sebagai bagian yang terikat dengan permainan pasar, di mana keuntungan yang mereka dapatkan tergantung dari tindak-tanduk pesaing mereka. Sehingga semua usaha promosi, iklan, pengenalan produk baru, perubahan harga, dan sebagainya dilakukan dengan tujuan untuk menjauhkan konsumen dari pesaing mereka.
Praktek oligopoli umumnya dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menahan perusahaan-perusahaan potensial untuk masuk kedalam pasar, dan juga perusahaan-perusahaan melakukan oligopoli sebagai salah satu usaha untuk menikmati laba normal di bawah tingkat maksimum dengan menetapkan harga jual terbatas, sehingga menyebabkan kompetisi harga diantara pelaku usaha yang melakukan praktek oligopoli menjadi tidak ada.
Struktur pasar oligopoli umumnya terbentuk pada industri-industri yang memiliki capital intensive yang tinggi, seperti, industri semen, industri mobil, dan industri kertas.
Dalam Undang-undang No. 5 Tahun 1999, oligopoli dikelompokkan ke dalam kategori perjanjian yang dilarang, padahal umumnya oligopoli terjadi melalui keterkaitan reaksi, khususnya pada barang-barang yang bersifat homogen atau identik dengan kartel, sehingga ketentuan yang mengatur mengenai oligopoli ini sebagiknya digabung dengan ketentuan yang mengatur mengenai kartel.

Oligopsoni
Oligopsoni, adalah keadaan dimana dua atau lebih pelaku usaha menguasai penerimaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal atas barang dan/atau jasa dalam suatu pasar komoditas.

Monopoli
Pasar monopoli (dari bahasa Yunani: monos, satu + polein, menjual) adalah suatu bentuk pasar di mana hanya terdapat satu penjual yang menguasai pasar. Penentu harga pada pasar ini adalah seorang penjual atau sering disebut sebagai "monopolis".
Sebagai penentu harga (price-maker), seorang monopolis dapat menaikan atau mengurangi harga dengan cara menentukan jumlah barang yang akan diproduksi; semakin sedikit barang yang diproduksi, semakin mahal harga barang tersebut, begitu pula sebaliknya. Walaupun demikian, penjual juga memiliki suatu keterbatasan dalam penetapan harga. Apabila penetapan harga terlalu mahal, maka orang akan menunda pembelian atau berusaha mencari atau membuat barang subtitusi (pengganti) produk tersebut atau —lebih buruk lagi— mencarinya di pasar gelap (black market).

Kebijakan Bisnis

Pembentukan kebijakan bisnis

• Misi bisnis adalah yang paling jelas tujuan-yang mungkin, misalnya, untuk membuat sabun.
• Visi bisnis mencerminkan aspirasi dan menentukan arah yang dituju atau tujuan masa depan.
• Tujuan dari bisnis mengacu pada ujung atau kegiatan di mana suatu tugas tertentu ditujukan.
• bisnis Kebijakan ini adalah panduan yang menetapkan aturan, peraturan dan tujuan, dan dapat digunakan dalam manajer keputusan-keputusan. It must be flexible and easily interpreted and understood by all employees. Ini harus fleksibel dan mudah diinterpretasikan dan dipahami oleh semua karyawan.
• Strategi bisnis mengacu pada rencana tindakan yang terkoordinasi itu akan mengambil, serta sumber daya yang akan digunakan, untuk mewujudkan visi dan tujuan jangka panjang. Ini adalah pedoman untuk manajer, menetapkan bagaimana mereka harus mengalokasikan dan memanfaatkan faktor-faktor produksi untuk keuntungan bisnis. Awalnya, itu bisa membantu manajer memutuskan apa jenis bisnis yang ingin mereka bentuk.
Bagaimana menerapkan kebijakan dan strategi
• Seluruh kebijakan dan strategi harus didiskusikan dengan semua personel manajerial dan staf.
• Manajer harus memahami di mana dan bagaimana mereka dapat mengimplementasikan kebijakan dan strategi.
• Sebuah rencana tindakan harus dirancang untuk setiap departemen.
• Kebijakan dan strategi harus ditinjau secara berkala.
• Rencana kontinjensi harus disusun dalam kasus perubahan lingkungan.
• Penilaian kemajuan harus dilakukan secara teratur oleh manajer tingkat atas.
• Sebuah lingkungan yang baik dan semangat tim yang dibutuhkan dalam bisnis.
• Misi, tujuan, kekuatan dan kelemahan dari setiap departemen harus dianalisa untuk menentukan peran mereka dalam mencapai misi bisnis.
• Metode peramalan mengembangkan gambaran masa depan yang dapat diandalkan's lingkungan bisnis.
• Sebuah unit perencanaan harus diciptakan untuk memastikan bahwa semua rencana yang konsisten dan bahwa kebijakan dan strategi ditujukan untuk mencapai misi yang sama dan tujuan.
Semua kebijakan harus didiskusikan dengan semua personel manajerial dan staf yang diperlukan dalam pelaksanaan setiap kebijakan departemen.
• Perubahan organisasi yang strategis dicapai melalui implementasi delapan langkah rencana tindakan yang didirikan oleh John P. Kotter : Meningkatkan urgensi, mendapatkan hak visi, mengkomunikasikan buy-in, memberdayakan aksi, membuat panjang menang pendek, jangan biarkan up, dan membuat tongkat perubahan.
Di mana kebijakan dan strategi masuk ke dalam proses perencanaan
• Mereka memberikan pertengahan dan menurunkan tingkat manajer sebuah ide yang baik dari rencana masa depan untuk setiap departemen dalam suatu organisasi.
• Sebuah kerangka kerja dibuat dimana rencana dan keputusan dibuat.
• Mid-dan manajemen tingkat yang lebih rendah dapat menambahkan rencana mereka sendiri yang strategis bisnis.

Tujuan Kebijakan Bisnis
Kebijaksanaan atau langkah-langkah tersebut bila dibaca dalam suasana dan kondisi normal merupakan langkah dan kebijaksanaan yang tidak lazim dilakukan oleh otoritas fiskal. Dalam kondisi normal, penutupan bank merupakan tanggung jawab dan wewenang Bank Indonesia sebagai otoritas pengawasan bank. Dalam kondisi normal, penambahan modal bank merupakan tanggung jawab dari para pemilik bank. Dalam kondisi normal adanya dukungan likuiditas kepada bank yang menghadapi tekanan likuiditas merupakan fungsi dan tanggung jawab Bank Indonesia sebagai pengemban fungsi “lender of the last resort”, dan untuk itu tidak secara langsung perlu ada penggantian oleh pemerintah atas pengeluaran yang sudah dilakukan oleh Bank Indonesia.
Karena ketidak laziman itu maka wajarlah bila timbul tanda tanya, mengapa otoritas fiskal perlu menjalankan peranan yang demikian besar. Lebih-lebih, karena semua upaya itu pada gilirannya membawa beban besar yang harus dipikul oleh APBN. Karena fokus perhatian kepada upaya-upaya penyehatan perbankan maka terdapat pula observasi bahwa otoritas fiskal kurang memperhatikan pelaksanaan fungsi fiskal dalam mendukung sisi permintaan. Pendapat seperti ini tidak sepenuhnya benar. Memang dilihat dari sisi pengeluaran APBN terjadi pengetatan. Tetapi di masyarakat terdapat gejala peningkatan konsumsi. Besar kemungkinan peningkatan konsumsi yang sangat terasa di tahun 1999 disebabkan oleh besarnya penghasilan tambahan yang diterima masyarakat dari bunga tabungan dan deposito. Bunga tabungan dan deposito yang dikonsumsi oleh masyarakat itu sesungguhnya dibiayai oleh negara. Dananya memang dari perbankan, tetapi bebannya diteruskan ke negara melalui proses rekapitalisasi perbankan dan penerbitan obligasi.
Kebijaksanaan dan langkah yang ditempuh pada masa itu tentulah tidak berdiri sendiri. Kebijaksanaan tersebut erat kaitannya dengan kondisi dan situasi yang dihadapi, khususnya setelah Mei 1998, dan tidak pula dapat dilepaskan dari kebijaksanaan yang telah ditempuh pada periode sebelumnya, khususnya mengenai penjaminan Pemerintah atas kewajiban bank maupun kondisi riil yang berlangsung dalam perekonomian Indonesia. Tentu kita masih ingat bahwa indikator-indikator makro ekonomi Indonesia di tahun 1996 dan paruh pertama 1997 menunjukan bahwa fundamental ekonomi kita cukup kuat.
Perekonomian terencana
Ada dua bentuk utama perekonomian terencana, yaitu komunisme dan sosialisme. Sebagai wujud pemikiran Karl Marx, komunisme adalah sistem yang mengharuskan pemerintah memiliki dan menggunakan seluruh faktor produksi. Namun, lanjutnya, kepemilikan pemerintah atas faktor-faktor produksi tersebut hanyalah sementara; Ketika perekonomian masyarakat dianggap telah matang, pemerintah harus memberikan hak atas faktor-faktor produksi itu kepada para buruh. Uni Soviet dan banyak negara Eropa Timur lainnya menggunakan sistem ekonomi ini hingga akhir abad ke-20. Namun saat ini, hanya Kuba, Korea Utara, Vietnam, dan RRC yang menggunakan sistem ini. Negara-negara itu pun tidak sepenuhnya mengatur faktor produksi. China, misalnya, mulai melonggarkan peraturan dan memperbolehkan perusahaan swasta mengontrol faktor produksinya sendiri.

Perekonomian pasar
Perekonomian pasar bergantung pada kapitalisme dan liberalisme untuk menciptakan sebuah lingkungan di mana produsen dan konsumen bebas menjual dan membeli barang yang mereka inginkan (dalam batas-batas tertentu). Sebagai akibatnya, barang yang diproduksi dan harga yang berlaku ditentukan oleh mekanisme penawaran-permintaan.

•Perekonomian pasar campuran

Perekonomian pasar campuran atau mixed market economies adalah gabungan antara sistem perekonomian pasar dan terencana. Menurut Griffin, tidak ada satu negara pun di dunia ini yang benar-benar melaksanakan perekonomian pasar atau pun terencana, bahkan negara seperti Amerika Serikat. Meskipun dikenal sangat bebas, pemerintah Amerika Serikat tetap mengeluarkan beberapa peraturan yang membatasi kegiatan ekonomi. Misalnya larangan untuk menjual barang-barang tertentu untuk anak di bawah umur, pengontrolan iklan (advertising), dan lain-lain. Begitu pula dengan negara-negara perekonomian terencana. Saat ini, banyak negara-negara Blok Timur yang telah melakukan privatisasi—pengubahan status perusahaaan pemerintah menjadi perusahaan swasta.

Sistem pasar
Sebuah sistem pasar adalah setiap proses yang sistematis memungkinkan banyak pelaku pasar untuk penawaran dan bertanya : penawar membantu dan penjual berinteraksi dan membuat kesepakatan. Hal ini tidak hanya mekanisme harga tetapi seluruh sistem peraturan , kualifikasi, kredensial , reputasi dan kliring yang mengelilingi bahwa mekanisme dan membuatnya beroperasi dalam konteks sosial.
Karena sistem pasar bergantung pada asumsi bahwa pemain terus-menerus terlibat dan merata diaktifkan, sistem pasar dibedakan khusus dari suatu sistem pemungutan suara di mana calon mencari dukungan dari pemilih secara teratur dasar kurang. Namun, interaksi antara dan suara sistem pasar merupakan aspek penting dari ekonomi politik , dan beberapa berpendapat mereka sulit untuk membedakan, misalnya sistem seperti cumulative voting dan suara limpasan melibatkan tingkat tawar-menawar seperti pasar dan tradeoff, daripada laporan sederhana pilihan.

Unsur-unsur penting dalam aktivitas ekonomi:

• Manusia
• Modal
• Material
• Metode
• Manajerial
• Mesin/Peralatan

Mengapa Belajar Bisnis?

Bisnis sangat penting. Untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik bagi semua orang - menciptakan kekayaan dan kesejahteraan, kemakmuran dan pilihan pekerjaan.



1. Peluang bisnis itu memiliki produk yang bagus (fitur dan manfaat).
- Ditinjau dari sudut kebutuhan bisa menggeser dari sekedar kebutuhan tertier
ke kebutuhan yang penting saat itu juga.
- Dapat menggantikan atau menambah fungsi-fungsi lain yang tidak ada sebelumnya
menjadi lebih baik.
2. Peluang usaha itu memilki kualitas produk yang baik.
- Ramah lingkungan, tidak berbahaya bagi kesehatan ataupun keselamatan pengguna.
- Daya tahan/kekuatan bahan yang tinggi, tingkat kadaluwarsa tinggi, tidak mempunyai
efek samping.
3. Peluang bisnis itu memiliki prospek yang bagus.
- Dapat menghasilkan banyak keuntungan dalam tempo yang ditentukan.
- Popularitas merk/ image produk bisa terus ditingkatkan di masyarakat dari tahun
ke tahun.
4. Peluang usaha itu memiliki resiko yang serendah mungkin.
- Dikhususkan bagi pemula usaha untuk mengurangi tingkat kerugian material.
- Dapat diprediksi berapa tingkat kerugian yang bisa mengurangi kebangkrutan dana
pokok.
5. Peluang bisnis itu memiliki fleksiblitas yang tinggi.
- Dapat dikerjakan tanpa mengikat terlalu banyak kebebasan pelaku usaha.
- Dapat dimodifikasi sedemikian rupa untuk kemudahan produksi dan pemasaran.
6. Peluang usaha itu memiliki minat buyer yang bagus.
- Produk bisa memberikan kesan sebagai pilihan utama dari sekian banyak pilihan/solusi.
- Produk tidak membosankan dan mempunyai daya tarik tersendiri.
7. Peluang bisnis itu memiliki sedikit bahkan tanpa pesaing.
- Biasanya produk inovasi atau varian baru dari ceruk bisnis yang memanfaatkan kelemahan kompetitor.
- Bisa meningkatkan pelanggan seiring berjalannya waktu.
8. Peluang usaha itu memilki sistem operasional yang baik.
- Bisa didelegasikan pekerjaan-pekerjaan kecil ke orang lain.
- Bisa diajarkan cara-cara pengoperasian dari awal sampai akhir.
- Mempunyai rumusan baku tertentu yang bisa diduplikasikan.
9. Peluang bisnis itu memilki pembaharuan yang dinamis.
- Bisa beradaptasi terhadap tuntutan pasar dari perkembangan jaman.
- Mengutamakan selera pasar dengan selalu mengupgrade produk dan juga metode marketing.
10. Peluang usaha itu sedikit bahkan tanpa modal.
- Terutama bagi pemula usaha yang bermodal minim.
- Bisa dengan memulai dengan menjadi reseller produk orang lain.

Referensi
http://id.wikipedia.org/wiki/Bisnis.
http://id.wikipedia.org/wiki/Monopsoni
http://id.wikipedia.org/wiki/Oligopoli
http://id.wikipedia.org/wiki/Oligopsoni
http://id.wikipedia.org/wiki/Pasar_monopoli
http://translate.google.co.id/translate?hl=id&langpair=en|id&u=http://en.wikipedia.org
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_perekonomian




Heaven

Qur'an banyak bercerita tentang sebuah kehidupan setelah mati di surga untuk orang yang selalu berbuat baik. Surga itu sendiri sering di jelaskan dalam Al-Qur'an surat Ar-Ra'du 13:35:
Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman). mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti, sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa; sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka. (Ar-Ra'du 13:35)
Setiap muslim percaya bahwa semua manusia dilahirkan suci. Dalam Islam pula, jika ada seorang bocah yang mati, maka secara otomatis akan pergi ke surga, tanpa memedulikan agama kedua orang tuanya. Surga tertinggi tingkatnya adalah Firdaus (فردوس) - Pardis (پردیس), dimana para nabi dan rasul, syuhada dan orang-orang saleh.
Tingkatan dan nama-nama syurga ialah:[1]
Allah berfirman:
“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa itu berada dalam surga (taman-taman) dan (di dekat) mata air-mata air (yang mengalir). (Dikatakan kepada mereka): “Masuklah ke dalamnya dengan sejahtera lagi aman. Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan. Mereka tidak merasa lelah di dalamnya dan mereka sekali-kali tidak akan dikeluarkan daripadanya.” (QS.Al-Hijr:45-48)
“Sesungguhnya Allah memasukkan orang-orang beriman dan mengerjakan amal yang saleh ke dalam surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai. Di surga itu mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas dan mutiara, dan pakaian mereka adalah sutera” (QS.Al-Hajj 23)
“Sesungguhnya penghuni syurga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka). Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas dipan-dipan. Di syurga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta. (Kepada mereka dikatakan): “Salam”, sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang” (QS.Yaa-siin 55—58)
“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam tempat yang aman, (yaitu) di dalam taman-taman dan mata-air-mata-air mereka memakai sutera yang halus dan sutera yang tebal, (duduk) berhadap-hadapan, demikianlah. Dan Kami berikan kepada mereka bidadari Di dalamnya mereka meminta segala macam buah-buahan dengan aman (dari segala kekhawatiran)” (QS.Ad- Dukhaan: 51-55)