Halaman

Senin, 06 Oktober 2014

ETIKA



Nama : Mukhlasin
Npm : 25211028
Kelas : 4EB10

Pengertian Etika Secara Umum

Etika adalah suatu ajaran yang berbicara tentang baik dan buruknya yang menjadi ukuran baik buruknya atau dengan istilah lain ajaran tenatang kebaikan dan keburukan, yang menyangkut peri kehidupan manusia dalam hubungannya dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam.
Adapun arti etika dari segi istilah, telah dikemukakan para ahli dengan ungkapan yang berbeda-beda sesuai dengan sudut pandangnya. Menurut para ulama’ etika adalah ilmu yang menjelaskan arti baik dan buruk, menerangkan apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia, menyatakan tujuan yang harus dituju oleh manusia di dalam perbuatan mereka dan menunjukkan jalan untuk melakukan apa yang seharusnya diperbuat.

Etika secara umum dapat dibagi menjadi:
a) Etika Umum, berbicara mengenai kondisi-kondisi dasar bagaimana manusia bertindak secara etis, bagaimana manusia mengambil keputusan etis, teori-teori etika dan prinsip-prinsip moral dasar yang menjadi pegangan bagi manusia dalam bertindak serta tolak ukur dalam menilai baik atau buruknya suatu tindakan. Etika umum dapat di analogkan dengan ilmu pengetahuan, yang membahas mengenai pengertian umum dan teori-teori.
b) Etika Khusus, merupakan penerapan prinsip-prinsip moral dasar dalam bidang kehidupan yang khusus. Penerapan ini bisa berwujud : Bagaimana saya mengambil keputusan dan bertindak dalam bidang kehidupan dan kegiatan khusus yang saya lakukan, yang didasari oleh cara, teori dan prinsip-prinsip moral dasar. Namun, penerapan itu dapat juga berwujud : Bagaimana saya menilai perilaku saya dan orang lain dalam bidang kegiatan dan kehidupan khusus yang dilatarbelakangi oleh kondisi yang memungkinkan manusia bertindak etis. Cara bagaimana manusia mengambil suatu keputusan atau tidanakn, dan teori serta prinsip moral dasar yang ada dibaliknya.

Etika Khusus dibagi lagi menjadi dua bagian:
1) Etika individual, yaitu menyangkut kewajiban dan sikap manusia terhadap dirinya sendiri.
2) Etika sosial, yaitu berbicara mengenai kewajiban, sikap dan pola perilaku manusia sebagai anggota umat manusia.

Sebagai cabang pemikiran filsafat, etika bisa dibedakan manjadi dua: obyektivisme dan subyektivisme.
1. Obyektivisme
Berpandangan bahwa nilai kebaikan suatu tindakan bersifat obyektif, terletak pada substansi tindakan itu sendiri. Faham ini melahirkan apa yang disebut faham rasionalisme dalam etika. Suatu tindakan disebut baik, kata faham ini, bukan karena kita senang melakukannya, atau karena sejalan dengan kehendak masyarakat, melainkan semata keputusan rasionalisme universal yang mendesak kita untuk berbuat begitu.

2. Subyektivisme
Berpandangan bahwa suatu tindakan disebut baik manakala sejalan dengan kehendak atau pertimbangan subyek tertentu. Subyek disini bisa saja berupa subyektifisme kolektif, yaitu masyarakat, atau bisa saja subyek Tuhan.

Etika Memiliki Peranan Atau Fungsi Diantaranya Yaitu:
1. Dengan etika seseorang atau kelompok dapat menegemukakan penilaian tentang perilaku manusia
2. Menjadi alat kontrol atau menjadi rambu-rambu bagi seseorang atau kelompok dalam melakukan suatu tindakan atau aktivitasnya sebagai mahasiswa
3. Etika dapat memberikan prospek untuk mengatasi kesulitan moral yang kita hadapi sekarang.
4. Etika dapat menjadi prinsip yang mendasar bagi mahasiswa dalam menjalankan aktivitas kemahasiswaanya.
5. Etika menjadi penuntun agar dapat bersikap sopan, santun, dan dengan etika kita bisa di cap sebagai orang baik di dalam masyarakat.


Sumber :         
http://5niz.blogspot.com/2014/03/pengertian-akhlak-etika-dan-moral.html
http://ikeyko-bleky.mhs.narotama.ac.id/2012/10/01/etika-umum-dan-etika-khusus/

Selasa, 03 Juni 2014

Blend Words & Code Mixing



Blending (Blend Words)
The combination of two separate forms to produce a single new term is also present in the process called blending. However, blending is typically accomplished by taking only the beginning of one word and joining it to the end of the other word
Menurut Yule, gabungan dua kata terpisah yang menghasilkan satu istilah baru disebut blending. Akan tetapi, blending umumnya dibentuk dengan mengambil suku kata pertama dan menggabungkannya dengan suku kata dari kata kedua. Untuk lebih jelasnya lihat contoh berikut:

Motor + hotel = motel
Helicopter + airport = heliport
Breakfast + lunch = brunch
Smoke + fog = smog
Advertisement + editorial = advertorial
Channel + tunnel = chunnel
Oxford + Cambridge = Oxbridge
Yale + Harvard = Yarvard
Slang + language = slanguage
Guess + estimate = guesstimate
Square + aerial = squaerial
Toys + cartoons = toytoons
affluence + influenza = affluenza
information + commercials = informercials
dock + condominium = dockominium
smoke + haze = smaze
smoke + murk = smurk
binary + digit = bit
television + broadcast = telecast
information + entertainment = infotainment
simultaneous + broadcast = simulcast
teleprinter + exchange = telex.

Tidak jauh berbeda dengan Yule, Crystal (1994: 130) menyebut a lexical blend—sebagai istilah pengganti blending--dengan mengartikan, “A lexical blend, as its name suggests, takes two lexemes which overlap in form, and welds them together.” Menurut David Crystal blending adalah mengambil dua leksem yang cocok dalam bentuknya, dan menggabungkan keduanya menjadi satu.

Code Mixing

“Code mixing” refers to a multilingual's or a bilingual's use of two or more languages in a single unit of discourse, such as a word, an utterance, or a conversation (see, e.g., Genesee, Paradis, & Crago, 2004).

  1.  Pada tanggal 5-7 Juni akan ada Football Legends Tour 2014 Legenda Eropa versur Indonesia all star.
  2.  Jalur puncak saat padat saat weekend.
  3.  Dzawin battle dengan Abdur diacara SUCI 4.
  4.  Ibu saya telah belajar chatting sejak memiliki akun facebook.
  5.  Gunung Papandayan salah satu tempat yang bagus untuk hunting foto.
  6.  Saya mendapatkan voucher berbelanja di hypermart dari tempat kerja saya.
  7.  Abdur shopping sepatu KW di taman puring.
  8.  Minggu lalu dalam acara SUCI 4, Dodit close mic!
  9.  Toko baju Aneka Buana banyak mengadakan discount
  10.  Saya pernah menghadiri acara talkshow “just Alvin” di Universitas Indonesia.
  11.  Weekdays adalah waktu yang tepat untuk mengunjungi Dufan.
  12.  Fashion masyarakat indonesia mulai mengikuti fashion masyarakat korea.
  13.  Style rambut Ali keren karena dia pergi ke Salon.
  14.  Para pecinta film animasi Jepang banyak menggunakan cosplay pada saat acara Ennichisai di Blok M.
  15.  Setelah melakukan deal dengan hifdzi, barang itu telah menjadi milik David.     


Crystal, David. 1994. The Cambridge Encyclopedia of the English Language. Cambridge University Press.

Yule, George. 2010. The Study of Language. 4th Edition. New York: Cambridge University Press.

http://www.bekamsteriljakarta.com/2011/06/blending-makna-dan-contoh.html#close

http://zakaria-alfaeyza.blogspot.com/2014/05/blend-words-code-mixing.html#more

Rabu, 30 April 2014

Nike in Asia and Indonesia

Survey Report
Nike in Asia and Indonesia

Apart from a brief but unsuccessful experiment with manufacturing in the u.s., Nike shoes are always made in Asia, initially in Japan, then South Korea and in Taiwan, and more recently in China and Southeast Asia.

Nike began production in South Korea and Taiwan in 1972, because attracted by the cheap labor there, and was soon joined by other companies including Adidas and Reebok.

But Nike went a step further. Instead of having its own factory, they contracted a local production in Korea and Taiwan.

As the company Nike boss Phil Knight said: "there is no definite value in making something of it. That value will be added by careful research, innovation and marketing "(Katz 1994). Nike products are now basically follows the idea of a designer and marketer of shoes. The industry was conducted by the Korea and Taiwan suppliers. Once again, other companies follow this model.

In the 1980s the Nike tried to make production in China, in partnership with State-owned companies, but it instead wreaked disaster. Nike rose to move its investments into Taiwan. Nike then took advantage of the labor cost is cheaper there.

In the late 1980s with the existence of labor unrest in South Korea,-an increase in the level of wages and loss of control of the workplace by authority of Korea-has made the country become less attractive to investors, both foreign and domestic, who began to search for another location is more enjoyable. Nike then moved their operations to the South of Thailand and Indonesia, in search of cheaper labor and no hassle. Wages in these two countries was mentioned as one of the cheap because only one-fourth the rate of wear is paid in South Korea. Some of Nike's Association based in Taiwan was also established in Southeast Asia.

Another reason for this shift is that, in 1988, both South Korea and Taiwan to lose special access to the u.s. market, which has long as they enjoy the status of "developing countries" under the General system of Preferences (GSP). Korea and Taiwan investors then moved to the factory in Thailand, Indonesia and China with the use of GSP privileges making poor countries.

Of the seven top supplier of Nike sports shoes in 1992, three Taiwan companies are producing their products in China, the other three operate in South Korea, and also in Indonesia, one is a company in Thailand.

Nike in Indonesia

Nike has been operating in Indonesia since 1988 and almost a third of the shoes that exists today is a product of it. In a press interview in December 1994, the Coordinator of the Nike company in Indonesia, Tony Band, said the company used in Indonesia totaled 11 contractors. Among them is former associate company Nike base in South Korea and Taiwan--who was also at the same time producing for other brands such as Reebok, Adidas and Puma.

The relationship between Nike and the contractor in Indonesia close enough. Every personnel Nike factories in Indonesia at every check the quality and workmanship that meets the stringent requirements of Nike.

Most of the factories producing for Nike is located in a newly developed area for light industry in Tangerang and Serang, West of Jakarta. At a factory belonging to Korea (and some belonging to Indonesia also) Management Summit held by the people of Korea. Middle-level managers and supervisors can also originate from Korea or Indonesia. But all production workers come from Indonesia, especially young women in the age group 16-22, the workers are usually derived from Java.

Sumber : http://www.nike.com/nikebiz/inveafstors/annual_report/ar_07/docs/10k.pdf
               http://id.wikipedia.org/wiki/Nike,_Inc.