Halaman

Rabu, 25 Desember 2013

Audit Forensik

TUGAS SOFTSKILL BAHASA INDONESIA

MUKHLASIN
25211028
3EB10




Audit Forensik
Penilaian Risiko Fraud atau Kecurangan
Penilaian risiko terjadinya fraud atau kecurangan adalah penggunaan ilmu audit forensik yang paling luas. Melakukan audit forensik pada suatu perusahaan diharapkan agar perusahaan tidak melakukan fraud di kemudian hari. Jenis-jenis fraud yang biasanya dilakukan adalah korupsi, money laundry, illegal logging, penghindaran pajak, dan lainnya. Di Indonesia lembaga yang berhak untuk melakukan audit forensik adalah auditor BPK, BPKP, dan KPK yang memiliki sertifikat Certified Fraud Examiners (CFE).
Audit Forensik Untuk Mendeteksi Risiko Fraud atau Kecurangan
Proses Audit Forensik
1. Identifikasi masalah
Dalam tahap ini, auditor melakukan pemahaman awal terhadap kasus yang hendak diungkap. Pemahaman awal ini berguna untuk mempertajam analisa dan spesifikasi ruang lingkup sehingga audit bisa dilakukan secara tepat sasaran.
2. Pembicaraan dengan klien
Dalam tahap ini, auditor akan melakukan pembahasan bersama klien terkait lingkup, kriteria, metodologi audit, limitasi, jangka waktu, dan sebagainya. Hal ini dilakukan untuk membangun kesepahaman antara auditor dan klien terhadap penugasan audit.
3. Pemeriksaan pendahuluan
Dalam tahap ini, auditor melakukan pengumpulan data awal dan menganalisanya. Hasil pemeriksaan pendahulusan bisa dituangkan menggunakan matriks 5W + 2H (who, what, where, when, why, how, and how much). Investigasi dilakukan apabila sudah terpenuhi minimal 4W + 1H (who, what, where, when, and how much). Intinya, dalam proses ini auditor akan menentukan apakah investigasi lebih lanjut diperlukan atau tidak.
Pengembangan rencana pemeriksaan
Dalam tahap ini, auditor akan menyusun dokumentasi kasus yang dihadapi, tujuan audit, prosedur pelaksanaan audit, serta tugas setiap individu dalam tim. Setelah diadministrasikan, maka akan dihasilkan konsep temuan. Konsep temuan ini kemudian akan dikomunikasikan bersama tim audit serta klien.
4. Pemeriksaan lanjutan
Dalam tahap ini, auditor akan melakukan pengumpulan bukti serta melakukan analisa atasnya. Dalam tahap ini lah audit sebenarnya dijalankan. Auditor akan menjalankan teknik-teknik auditnya guna mengidentifikasi secara meyakinkan adanya fraud dan pelaku fraud tersebut.
5. Penyusunan Laporan
Pada tahap akhir ini, auditor melakukan penyusunan laporan hasil audit forensik. Dalam laporan ini setidaknya ada 3 poin yang harus diungkapkan. Poin-poin tersebut antara lain adalah:
1.         Kondisi, yaitu kondisi yang benar-benar terjadi di lapangan.
2.         Kriteria, yaitu standar yang menjadi patokan dalam pelaksanaan kegiatan. Oleh karena itu, jika kondisi tidak sesuai dengan kriteria maka hal tersebut disebut sebagai temuan.
3.         Simpulan, yaitu berisi kesimpulan atas audit yang telah dilakukan. Biasanya mencakup sebab fraud, kondisi fraud, serta penjelasan detail mengenai fraud tersebut.
Akuntansi forensik dan Penerapan Hukum

Istilah akuntansi forensik merupakan terjemahan dari forensic accounting. Pengertian forensik, bermakna; (1) yang berkenaan dengan pengadilan, atau (2) berkenaan dengan penerapan pengetahuan ilmiah pada masalah hukum. Yang paling sering kita dengar adalah dokter forensik, yaitu dokter ahli patologi yang memeriksa jenazah untuk menentukan penyebab dan waktu kematian. Banyak dari kita, yang telah mengenal istilah laboratorium forensik (labfor) yang dimiliki oleh kepolisian.
Sebenarnya akuntan dan akuntansi forensik tidak sepenuhnya berkaitan dengan pengadilan saja. Istilah pengadilan memberikan kesan bahwa akuntansi forensik semata-mata berperkara di pengadilan, dan istilah lain ini disebut litigasi (litigation). Di samping proses litigasi ada proses penyelesaian sengketa dimana jasa akuntan forensik juga dapat dipakai. Kegiatan ini bersifat non litigasi. Misalnya penyelesaian sengketa lewat arbitrase dan alternatif penyelesaian sengketa atau alternative dispute resolution.
Sebagai contoh: Sengketa antara PT Telkom dan PT Aria West International (AWI) melalui proses yang berat dan memakan waktu hampir dua tahun, akhirnya diselesaikan melalui akuisisi AWI oleh PT Telkom dalam tahun 2003. Dalam sengketa ini, AWI menggunakan Pricewaterhouse Coopers (PwC) sebagai akuntan forensiknya, dan penyelesaian dilakukan di luar pengadilan.
D. Larry Crumbley, editor in chief dari Journal of Forensic Accounting menulis: (terjemahan)
Secara sederhana dapat dikatakan, akuntansi forensik adalah akuntansi yang akurat untuk tujuan hukum. Artinya akuntansi yang dapat bertahan dalam kancah perseteruan selama proses pengadilan, atau dalam proses peninjauan judisial atau administratif.
Dalam definisi Crumbley itu, tak menggunakan istilah pengadilan, tapi suatu proses sengketa hukum, yang penyelesaian nya dapat dilakukan di luar pengadilan.
Bermacam-macam hal dapat memicu terjadinya sengketa. Sengketa antara dua pihak bisa diselesaikan dengan cara berbeda, apabila menyangkut dua pihak. Pihak yang bersengketa bisa menyelesaikan melalui arbitrase dan alternatif penyelesaian sengketa, sedang pihak lain melalui litigasi. Dalam hal ini, penyelesaian adalah dengan cara hukum, tetapi yang pertama diselesaikan di luar pengadilan, sedangkan yang satunya lagi melalui proses beracara di pengadilan.
Akuntansi atau audit forensik?
Pada mulanya, di Amerika Serikat, akuntansi forensik digunakan untuk menentukan pembagian warisan atau mengungkapkan motif pembunuhan. Misalnya pembunuhan isteri oleh suami untuk mendapatkan hak waris atau klaim asuransi, atau pembunuhan mitra dagang untuk menguasai perusahaan.
Bermula dari penerapan akuntansi untuk memecahkan hukum, maka istilah yang dipakai adalah akuntansi (dan bukan audit) forensik. Sekarangpun kadar akuntansinya masih terlihat, misalkan dalam perhitungan ganti rugi, baik dalam konteks keuangan Negara, maupun di antara pihak-pihak dalam sengketa perdata. Akuntansi forensik pada awalnya adalah perpaduan yang paling sederhana untuk akuntansi dan hukum. Contoh, penggunaan akuntan forensik dalam penggantian harta gono gini. Disini terlihat unsur akuntansinya, unsur menghitung besarnya harta yang akan diterima pihak (mantan) suami dan (mantan) isteri. Segi hukumnya dapat diselesaikan di dalam atau di luar pengadilan, secara litigasi atau non litigasi. Dalam kasus yang lebih pelik, ada satu bidang tambahan, yaitu bidang audit.
Akuntansi forensik sebenarnya telah dipraktekkan di Indonesia. Praktek ini tumbuh pesat, tak lama setelah terjadi krisis keuangan tahun 1977. Akuntansi forensik dilaksanakan oleh berbagai lembaga seperti Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Bank Dunia (untuk proyek-proyek pinjamannya), dan kantor-kantor akuntan publik (KAP) di Indonesia.
Kualitas akuntan forensik
Robert J. Lindquist membagikan kuestioner kepada staf Peat Marwick Lindquist Holmes, tentang kualitas apa saja yang harus dimiliki seorang akuntan forensik?
Ternyata jawaban nya bervariasi, antara lain:
1.Kreatif. Kemampuan untuk melihat sesuatu yang orang lain menganggap situasi bisnis yang normal dan mempertimbangkan interpretasi lain, yakni bahwa itu bukan merupakan situasi bisnis yang normal
2.Rasa ingin tahu. Keinginan untuk menemukan apa yang sesungguhnya terjadi dalam rangkaian peristiwa dan situasi
3.Tak menyerah. Kemampuan untuk maju terus pantang mundur walaupun fakta (seolah-olah) tidak mendukung, dan ketika dokumen atau informasi sulit diperoleh
4.Akal sehat. Kemampuan untuk mempertahankan perspektif dunia nyata. Ada yang menyebutnya, perspektif anak jalanan yang mengerti betul kerasnya kehidupan
5.Business sense. Kemampuan untuk memahami bagaimana bisnis sesungguhnya berjalan, dan bukan sekedar memahami bagaimana transaksi di catat.
6.Percaya diri. Kemampuan untuk mempercayai diri dan temuan, sehingga dapat bertahan di bawah cross examination (pertanyaan silang dari jaksa penuntut umum dan pembela)
Pada prakteknya, orang yang bekerja di lembaga keuangan, perlu memahami tentang akuntansi forensik ini, untuk memahami apa yang ada di balik laporan keuangan debitur, apa yang dibalik laporan hasil analisis yang disajikan. Hal ini tentu saja, dimaksudkan agar segala sesuatu dapat dilakukan pendeteksian sejak dini, agar masalah tidak terlanjur melebar dan sulit diatasi. Apabila anda sebagai pimpinan unit kerja, atau pimpinan perusahaan, yang mengelola risiko, yang dapat mengakibatkan risiko finansial, mau tak mau anda harus mengenal dan memahami akuntansi forensik ini, sehingga anda bisa segera mengetahui ada yang tidak beres dalam analisa atau data-data yang disajikan.
Tulisan terkait:
http://edratna.wordpress.com/2007/07/17/
mengapa-harus-bisa-membaca-apa-yang-ada-dibalik-laporan-keuangan
Sumber Pustaka:
Theodorus M. Tuanakotta. Akuntansi Forensik dan Audit Investigatif. Seri Departemen Akuntansi FEUI. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Univesitas Indonesia, 2007.


Referensi



 

BADAI FILIPHINA

TUGAS SOFTSKILL BAHASA INDONESIA

MUKHLASIN
25211028
3EB10


BADAI  FILIPHINA
 


"Haiyan" salah satu badai terparah dalam catatan meteorologi mengamuk sejak Jumat di Leyte dan Samar. 800.000 penduduk sempat dievakuasi, lebih dari satu juta orang kehilangan tempat tinggal.

Topan Haiyan diperkirakan datang Jumat waktu setempat diantara kepulauan tengah Samar dan Leyte.

Dengan kecepatan angin pusat 215 km/jam dan hembusan yang bisa mencapai 250 km/ jam, topan ini masuk kategori lima – yang paling parah, bergerak ke barat-barat laut dengan kecepatan 33 km/jam di atas Samudera Pasifik.

Presiden Benigno Aquino menghimbau warga untuk pindah dari wilayah berbahaya. ”Saya menyerukan kepada masyarakat untuk bekerja secara tim dan bekerjasama,” kata dia melalui siaran televisi dan radio nasional.
Siap siaga

Aquino mengatakan, di seratus daerah pesisir yang menghadapi ancaman gelombang besar badai yang membawa ombak yang tingginya bisa mencapai lima hingga enam meter – para pejabatnya telah diperintahkan untuk berusaha membatasi dampak kerusakan dan ancaman kehilangan nyawa.

Ribuan warga telah dipindahkan dari garis pantai, bantaran sungai dan lereng gunung ke tempat-tempat yang lebih aman, sementara berbagai kendaraan militer disiagakan.
Angin kencang dan hujan deras akan menerjang berbagai wilayah yang dilewati oleh badai, dimana badan cuaca milik pemerintah menaikkan tingkat kewaspadaan di lebih dari dua puluh lokasi yang terletak di bagian tengah Filipina.

Para penjaga pantai menghentikan operasi ferry, memerintahkan penghentian aktivitas memancing dan memperingatkan kapal nelayan di laut untuk mencari perlindungan atau kembali ke pelabuhan. Maskapai penerbangan Cebu Pacific mengumumkan penundaan lebih dari seratus penerbangan lokal.

Rumah sakit disiagakan, dengan sekolah-sekolah dan sejumlah perkantoran ditutup dan listrik serta jalur komunikasi dimatikan untuk keselamatan.
Para pejabat menggunakan pengeras suara untuk mendesak penduduk di pesisir dan desa-desa di dataran tinggi untuk pindah ke daerah yang lebih aman, sementara pohon-pohon ditebang dan kapal-kapal ditarik ke pantai.

Biro cuaca milik pemerintah menaikkan kesiagaan ke level 4 di pulau Samar dan Leyte. Para pejabat di lebih dari 12 provinsi juga mulai menimbun makanan, air dan persediaan bantuan.
Langganan topan

Diperkirakan 10 juta orang menghadapi ancaman gangguan Topan Haiyan. Berbagai badan bantuan dunia telah mendekat untuk bersiap melaksanakan operasi untuk mengatasi badai.
“Dampak kemanusiaan dari ancaman Topan Haiyan adalah luar biasa besar, tidak hanya di daerah yang langsung dilewati, tapi juga di pulau-pulau terdekat seperti Bohol,“ kata Patrick Fuller dari International Federation of Red cross and Red Crescent Societies.
Secara khusus yang rentan, tambah dia, adalah ribuan orang yang tinggal di tempat penampungan sementara di Bohol, yang beberapa waktu lalu menjadi korban gempa 7,2 skala richter yang menewaskan lebih dari 200 orang dan mengakibatkan ribuan orang mengungsi.
Rata-rata 20 angin topan menghantam Filipina setiap tahun. Pada 2011, topan Washi menewaskan 1.200 orang, memaksa 300.000 orang mengungsi dan merusak lebih dari 10.000 rumah.
September lalu, topan lain yang masuk kategori-5, yakni topan Usagi, dengan angin pusat berkecepatan 205 km/jam dan hembusan 240 km/jam, menghantam kepulauan Batanes di bagian utara sebelum menyebabkan kerusakan di Cina bagian selatan.
Bopha, adalah badai terparah tahun lalu, yang meratakan tiga kota pesisir di kepulauan selatan Mindanao, membunuh 1.100 orang dan menciptakan kerusakan yang diperkirakan bernilai lebih dari 1 milyar dollar.

Korban badai Haiyan
Penyaluran bantuan hingga kini masih tersendat menyusul kerusakan parah pada bandar udara, pelabuhan dan jalan-jalan utama. Tim penyelamat berusaha mencapai korban dengan berjalan kaki atau menggunakan sepeda motor. Makanan dan air minum langka. Mayat-mayat dibiarkan di pingir jalan, cuma ditutupi seadanya dengan kain terpal.
Pulau-pulau terluar hingga berita ini diturunkan masih terisolasi dari dunia luar. Menteri Dalam Negeri Mar Roxas menyebut bencana ini sebagai tragedi kemanusiaan terbesar dalam sejarah Filipina.
"Kerusakan parah di Tacloban"
Palang Merah Internasional melaporkan, kerusakan di kota Tacloban mencapai 80 persen. Menara dan bandar udara hancur. Beruntung pesawat militer masih bisa mendarat di landasan yang sebagian belum dibersihkan. "Kerusakannya sangat parah," kata Jericho Petilla, bekas gubernur Leyte kepada salah satu stasiun radio nasional.
Kerusuhan dan penjarahan merajalela di pusat kota. "Toko-toko dijarah dan penduduk berusaha merusak mesin ATM," kata Roger Marcado, Gubernur Provinsi Leyte Selatan yang terletak bersebelahan.
Kerusakan akibat badai Haiyan
Penjarahan terhadap pusat-pusat pertokoan juga terjadi di kota Tagliban, menurut laporan stasiun berita ANC. Sebagian besar aparat keamanan kehilangan harta bendanya dan sebab itu meninggalkan tugas, kata jurubicara kepolisian Reuben Sindac. 120 petugas diterbangkan dari Manila ke lokasi bencana untuk menjaga keamanan.
Presiden Benigno Aquino yang sempat berukunjung ke lokasi bencana mengritik pemerintah lokal lantaran tidak cukup mempersiapkan diri kendati telah mendapat peringatan dini.

Bantuan Internasional
"Kerusakan di Tacloban mengejutkan," ujar Preveen Agrawal dari Program Pangan Dunia PBB (WFP) usai mengunjungi kota tersebut. Organisasi dunia itu berencana menerbangkan 40 ton makanan ringan dari Dubai ke Filipina. Makanan energi tinggi itu sejauh ini terbukti berguna di kawasan bencana lantaran tidak perlu dimasak dan awet,
Menurut WFP makanan ringan itu mengandung 450 kilo kalori dan sedikitnya 10 gram protein pada setiap kemasan 100 gram.
Palang Merah menyerukan penduduk agar memberikan sumbangan ke lokasi bencana. Organisasi itu juga mengumpulkan sukarelawan. Perusahaan logistik lokal 2Go menawarkan transportasi gratis untuk barang-barang bantuan, Jerman, Amerika Serikat, Australia, Indonesia, Singapura dan Selandia Baru telah menjanjikan bantuan.
Badai "Haiyan" melemah dan mengubah arah dalam perjalanan menuju Vietnam. Badai tersebut diperkirakan akan mencapai utara Vietnam dalam bentuk badai tropis. Sekitar setengah jura penduduk telah dievakuasi. Sebaliknya status darurat di provinsi Quang Nam hari minggu (10/11) telah dicabut oleh pemerintah setempat.

Referensi
 

Kasus Penyadapan Presiden Indonesia

TUGAS SOFTSKILL BAHASA INDONESIA

MUKHLASIN
25211028
3EB10




Kasus Penyadapan Presiden Indonesia


Saudara-saudara, siang ini saya akan memberikan penjelasan dan pernyataan berkaitan dengan kasus penyadapan dari pihak Australia kepada Indonesia, khususnya penyadapan telepon Presiden Indonesia dengan sejumlah pejabat yang dilaksanakan pada tahun 2009 yang lalu. Sebagaimana Saudara ketahui, tadi saya sudah menerima penjelasan dari baik Menteri Luar Negeri maupun Duta Besar Indonesia untuk Australia untuk melengkapi apa yang telah kita ketahui, termasuk perkembangan dan dinamika situasi di Australia sendiri.

Saya tahu rakyat Indonesia kesal dan marah terhadap apa yang dilakukan oleh pihak-pihak Australia kepada Indonesia, kepada negara kita. Namun demikian, dalam hubungan antarbangsa, di dalam menghadapi situasi tertentu, tentu tidak boleh kita terlalu emosional dan mesti tetap rasional. Karena apa yang kita tempuh dan lakukan menyusul terjadinya kegiatan penyadapan ini akan menentukan masa depan hubungan Indonesia-Australia dan menentukan persahabatan di antara bangsa Indonesia dan bangsa Australia yang sesungguhnya terjalin dengan baik. Oleh karena itu Saudara-saudara, sebelum saya menyampaikan secara khusus apa posisi Indonesia dan langkah-langkah apa yang akan diambil oleh negara kita, saya ingin menyampaikan terlebih dahulu kepada rakyat Indonesia situasi hubungan dan kerja sama antara Indonesia dengan Australia yang berlangsung hingga saat ini.

Saudara-saudara, sebenarnya hubungan dan kerja sama antara Indonesia dan Australia berjalan dengan baik. Di mata Indonesia, di mata kita, rakyat Australia ingin benar menjalin persahabatan dan hubungan baik dengan rakyat Indonesia. Selama ini, sebenarnya juga, hubungan dan kerja sama di antara pemerintah--pemerintah Indonesia dan pemerintah Australia--juga berlangsung dengan baik. Ketika Indonesia mengalami musibah bencana alam, pihak Australia dengan cepat dan juga dengan nyata ikut memberikan bantuan untuk mengatasi bencana yang ada di Indonesia.

Kita juga merasakan kedekatan dan kerja sama yang baik antara Indonesia dan Australia di berbagai forum kawasan maupun forum dunia. Termasuk kerja sama pembangunan yang selama ini terjalin dengan baik. Saya harus menyebut juga kerja sama antara Indonesia dengan Australia di wilayah Pasifik, utamanya Pasifik Barat Daya--sesuatu yang tentu menjadi kepedulian dan kepentingan Indonesia--juga berlangsung dengan baik. Saya harus mengatakan bahwa itulah situasi umum sebenarnya menyangkut hubungan kedua bangsa dan negara.

Terlebih ketika pada tahun 2005 kita menyepakati untuk meningkatkan kerja sama kita menjadi tingkatan strategis, atau kemitraan strategis, maka kerja sama makin meningkat di berbagai bidang sejak tahun 2005 itu. Dan kerja sama yang meningkat itu memberikan manfaat yang nyata, baik bagi Indonesia dan Australia. Saya harus menyebut pula hubungan antar rakyat Indonesia dan Australia (people-to-people relations, people-to-people contact) itu juga dalam keadaan baik. 
 Belasan ribu mahasiswa Indonesia studi di Australia. Hampir satu juta wisatawan Australia tiap tahunnya berkunjung ke Indonesia. Juga kuat dan makin meningkatnya kerja sama di antara perguruan tinggi, di antara universitas, dan bahkan kerja sama di bidang riset dan teknologi. Apa yang saya sampaikan ini sesungguhnya menggambarkan bahwa tingkat dan keadaan hubungan bilateral kita sesungguhnya berlangsung dengan baik dan terus berkembang.

Oleh karena itu Saudara-saudara, bagi saya pribadi, bagi Indonesia, penyadapan yang dilakukan Australia terhadap sejumlah pejabat Indonesia termasuk saya ini sulit dimengerti. Saya sulit untuk memahaminya, mengapa itu harus dilakukan?

Sekarang ini bukan era perang dingin. Di era perang dingin dulu, sepertinya menjadi biasa saling menyadap, saling mengintai, saling melakukan spying di antara blok-blok yang berhadap-hadapan. Sekarang dunia tidak lagi seperti itu. Meskipun bukan perang dingin, mungkin kalau ada 2 (dua) negara yang sedang berada dalam permusuhan (hostile) satu sama lain bisa saja kegiatan intelijen saling menyadap itu dilakukan. Antara Indonesia dengan Australia juga tidak berada dalam posisi berhadap-hadapan apalagi bermusuhan. Sehingga kalau ada yang mengatakan intelijen itu bisa melakukan apa saja, saya justru mempertanyakan. Intelijen itu arahnya kemana? Mengapa harus menyadap partner (kawan) dan bukan lawan?

Oleh karena itu, saya menganggap bahwa masalah ini masalah yang serius bukan hanya dilihat dari aspek hukum—saya kira hukum di Indonesia, hukum di Australia, hukum internasional juga tidak diperbolehkan menyadap pejabat-pejabat negara lain. Ini juga menabrak hak-hak asasi manusia. Tetapi yang lebih penting Saudara-saudara, kalau kita berpikir jernih, ini tentu berkaitan dengan moral dan etika sebagai sahabat, sebagai tetangga, sebagai partner yang sebenarnya kita sedang menjalin hubungan yang baik di antara kedua bangsa.

Meskipun kalau urusan rahasia negara, seorang presiden seperti saya tidak mungkin begitu saja melalui telepon disampaikan kesana-kemari. Ada disiplin bagi pejabat negara. Saya bisa memanggil langsung seorang menteri, bisa saja memberikan perintah langsung, tanpa harus menggunakan alat komunikasi. Penggunaan alat komunikasipun kita batasi dan tentu tidak masuk pada sesuatu yang disebut dengan rahasia negara. Namun sekali lagi, saya tidak paham mengapa itu harus terjadi, dan mengapa itu dilakukan oleh Australia kepada Indonesia?

Saudara-saudara, saya, pemerintah Indonesia mengharapkan sekali lagi penjelasan dan sikap resmi dari Australia atas penyadapan itu, sebagaimana yang telah kita mintakan, utamanya melalui Menteri Luar Negeri. Sejak beberapa minggu yang lalu saya mendapatkan informasi bahwa Amerika Serikat dan Australia mungkin atau diduga melakukan penyadapan terhadap Indonesia dan terlebih ketika sudah ada dugaan kuat bahwa penyadapan itu memang terjadi, kami sudah meminta dan melalui mimbar ini saya sekali lagi betul-betul mengharapkan penjelasan dan sikap resmi pemerintah Australia kepada Indonesia--bukan kepada komunitas dalam negeri Australia, sekaligus sikap dan langkah apa yang akan ditempuh oleh Australia berkaitan dengan kasus penyadapan ini.

Kalau Australia juga ingin menjaga hubungan baik dengan Indonesia ini ke depan, saya masih tetap menunggu penjelasan dan sikap resmi dari Australia. Dan berkaitan dengan itu, insya Allah malam ini juga saya akan mengirim surat kepada Perdana Menteri Tony Abbott, surat resmi saya yang sudah kita persiapkan untuk sekali lagi memintakan penjelasan dan sikap resmi Australia terhadap kejadian penyadapan itu.

Saudara-saudara, tentu kita harus terus melangkah kedepan, melihat kedepan, dan oleh kerena itu maka ada 3 (tiga) hal yang Indonesia akan lakukan kedepan ini.
Pertama, menggaris bawahi yang telah saya sampaikan tadi, di hari-hari mendatang ini Indonesia tetap menunggu penjelasan dan pertanggungjawaban Australia atas kasus penyadapan itu.

Yang kedua, berangkat dari kasus penyadapan itu, terhadap Presiden Indonesia dan sejumlah pejabat Indonesia, sebagaimana yang saya katakan melalui twitter yang saya lepas 2 (dua) hari yang lalu, maka sejumlah agenda kerjasama akan kita lakukan review. Yang jelas untuk sementara, atau saya meminta dihentikan dulu, kerjasama yang disebut pertukaran informasi dan pertukaran intelijen (intelligence exchange)dan information sharing diantara kedua negara. Saya juga minta dihentikan dulu latihan-latihan bersama antara tentara Indonesia dan Australia baik Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, maupun yang sifatnya gabungan. Saya juga minta dihentikan sementara yang disebut dengan coordinated military operations. Saudara tahu bahwa menghadapi permasalahan bersama people smuggling yang merepotkan Indonesia dan Australia kita punya kerja sama yang disebut coordinated military operations, coordinated patrol diwilayah lautan, ini saya meminta dihentikan dulu sampai semuanya jelas. Tidak mungkin kita melanjutkan semuanya itu kalau kita tidak yakin tidak ada penyadapan terhadap tentara Indonesia, terhadap kita yang bersama-sama justru mengemban tugas untuk kepentingan kedua negara. Saya kira jelas dan ini menjadi sangat logis, itu yang kedua.

Yang ketiga, Indonesia berpendapat dan akan meminta untuk keberlanjutan kerjasama kita dimasa depan maka kita memerlukan semacam protokol code of conduct dan sekaligus guiding principal menyangkut kerjasama dan kemitraan kita diberbagai bidang, termasuk yang saya sampaikan tadi, latihan-latihan bersama tentara Indonesia-Australia, kerja sama dalam menghadapi ancaman people smuggling, lantas juga kerjasama pertukaran intelijen dan informasi. Dan protokol itu nanticode of conduct itu sifatnya mengikat, jelas, dan kemudian dijalankan.

Itulah 3 (tiga) hal yang akan kita tempuh sekali lagi sambil menunggu apa yang akan disampaikan oleh pemerintah Australia. Karena Saudara-saudara, saya masih berharap, saya yakin Australia juga berharap, apalagi harapan rakyat kedua bangsa, rakyat Indonesia dan rakyat Australia kita masih bisa menjalin hubungan dan kerjasama yang baik setelah kita mengatasi masalah ini.
Australia saya ketahui menghormati kedaulatan Indonesia dan juga mengakui keutuhan wilayah negara kita. Ini modal yang penting bagi kerjasama dan kemitraan kedua negara di masa kini dan masa depan. Oleh  karena itu, saya berharap kita selesaikan dulu, kita atasi ini semuanya dan kemudian dengan review kita bikin aturan-aturan yang baru, perjanjian-perjanjian yang baru, baru kita melangkah kedepan untuk melanjutkan hubungan baik, kerjasama, dan kemitraan kedua negara.

Yang terakhir, saya berpesan kepada saudara-saudara kita rakyat Indonesia yang berada di Australia apakah mereka diplomat, ataupun pekerja, dan juga mahasiswa, untuk tetap tenang, dan teruslah bekerja dan belajar. Pemerintah Indonesia tentu bersama-sama dengan pemerintah Australia memiliki tugas dan kewajiban untuk mengatasi masalah ini.
Itulah Saudara-saudara yang perlu saya sampaikan pada siang ini. Dan tentunya sekali lagi disamping menjadikan periksa Saudara-saudara saya diseluruh tanah air, saya secara resmi akan mengirim surat kepada Perdana Menteri Australia, Perdana Menteri Tony Abbott untuk mendapatkan responsnya dan kemudian kita akan liat apa yang dapat kita lakukan kedepan nanti.

Referensi